BABAD KUSUMA, 30 TAHUN UKM TEATER KUSUMA


 

Sumber Foto: Dok.Untag Humas Surabaya

Kamis, (14/11) menjadi hari bersejarah bagi Unit Kegiatan (UKM) Mahasiswa Teater Kusuma. Pasalnya salah satu UKM Kesenian di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya ini merayakan hari jadi yang ke-30 tahun. Bertempat di Gedung Graha Widya lantai 2, Dies Natalis UKM Teater Kusuma pada tahun ini mengusung tema ‘Babad Kusuma’ sebagai perwujudan cerita perjalanan sejak awal Teater Kusuma berdiri hingga sekarang. Cerita tersebut divisualisasikan berupa labirin dan undangan berupa gunungan dengan tulisan Jawa kromo inggil, sehingga penonton bisa melihat perjalanan karya Teater Kusuma.

Ketua Pelaksana Babad Kusuma-Yulian Amiftakhkul Ibra menuturkan, “Babad berasal dari Bahasa Sanskerta yang artinya cerita. Dalam Dies Natalis ini kami ingin menceritakan bagaimana perjalanan kusuma mulai tahun 1989 hingga 2019 ini.” Dia menambahkan, “Sejak awal berdiri sampai hari ini, Teater Kusuma tetap konsisten dalam berkarya dan selalu berupaya mencetak seniman seniman hebat. Terbukti, bulan lalu kami berhasil menyabet juara 3 dalam Lomba Monolog tingkat nasional.”

Babad Kusuma dibuka dengan persembahan Monolog Dalang oleh Ketua Teater Kusuma yang menceritakan 30 tahun Teater Kusuma. Penampilan musik yang tak kalah apik disuguhkan oleh Teater Q dari UIN Sunan Ampel Surabaya. “Ada juga pementasan Sawang Sinawang yang bercerita tentang seorang wanita ambisius akan emansipasi. Sayangnya  emansipasi yang dia inginkan itu kasar dan caranya salah. Setelah itu ada penampilan berjudul Doa Batu oleh Komunitas Teater Jalan Baru yang didirikan oleh alumni Teater Kusuma,” papar Yulian.

Dia mengaku senang bisa menjadi bagian dari keluarga besar Teater Kusuma, “Kami semua dirangkul dan diberikan kesempatan untuk bereksplorasi baik seni maupun organisasi, mulai tampil di Hari Teater Dunia hingga Pentas Keliling Tuban dan Lamongan. Saya senang bisa mengeksplorasi seni yang saya kuasai, yaitu busana.” Kekeluargaan dan persaudaraan, kata mahasiswa Ilmu Komunikasi ini, menjadi nilai penting Teater Kusuma. Terbukti Babad Kusuma tidak hanya dihadiri oleh sivitas akademika, tetapi juga para alumni Teater Kusuma. Turut hadir pula tamu Teater se-Jawa dari Surabaya, Solo, Yogyakarta dan Cirebon.

Yulian berharap, Teater Kusuma dapat menjadi wadah bagi para mahasiswa yang suka berkesenian dan tetap mampu menjadi pencetak seniman muda yang hebat. “Harapannya penonton terhibur dan mengerti disampaikan dalam pementasan. Adapun bagi teman-teman Teater Kusuma semoga bisa terus berkembang dan berproses serta mau melakukan eksperimen baru dalam dunia teatrikal. Tak lupa semoga bisa menambah prestasi yang banyak di tahun berikutnya agar bisa membanggakan almamater,” harapnya. (um)

www.untag-sby.ac.id



Komentar