PANGGUNG ASPIRASI SUGENG RAWUH TEATER KUSUMA TAMPILKAN TEATER BISU

 

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby


Teater gerak merupakan salah satu jenis teater yang lebih banyak membutuhkan ekspresi gerak tubuh dan mimik muka daripada dialog. Identik disebut dengan teater bisu atau drama bisu, tidak banyak pementasan drama yang menampilkan jenis teater ini. Namun, dalam Panggung Aspirasi, Teater Kusuma Untag Surabaya menampilkan drama bisu berjudul “Bertamu”, Kamis (19/9).

Bertempat di depan gedung Graha Widya yang mereka sulap menjadi panggung pertunjukkan, 4 orang lakon memainkan drama. Kisah drama yang mereka tampilkan bercerita tentang dua orang tetangga baru yang bertakziyah ke tetangganya yang ditinggal mati suami. Meski tak kesemuanya memerankan drama bisu, dari sanalah kekocakan terjadi. Tribun tangga gedung Graha Widya yang berisi sesak mahasiswa yang menonton penuh dengan gelak tawa.

Selain penampilan teater bisu, Panggung Aspirasi bertajuk “Sugeng Rawuh” ini juga diisi oleh siswa SMK 17 Agustus 1945 Surabaya. Juga penampilan anggota Teater Kusuma Untag Surabaya lainnya dengan penampilan drama monolog, teater realis hingga teater surealis.

“Kegiatan ini merupakan yang kedua ditahun ini,” ujar Yuki Adam, salah satu anggota Teater Kusuma. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi yang akrab disapa Dono itu menyebutkan, Panggung Aspirasi merupakan pentas mengisi kekosongan program kerja. “Kebetulan hari ini juga hari jadi Teater Kusuma yang ke-31,” terangnya. Namun, untuk perayaan dies natalis sendiri akan dilaksanakan pada Oktober mendatang.

Konsep Panggung Aspirasi kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, pementasan drama terlaksana di depan Plaza Proklamator. Dono menjelaskan, “karenanya tajuknya kan Sugeng Rawuh, mahasiswa yang masuk melalui gerbang utama kampus bisa langsung melihat atau ikut menonton.”

Untuk teater bisu sendiri, Dono menuturkan bahwa Teater Kusuma kerap menampilkan jenis teater yang sekilas seperti pantomime itu. “Berkali-kali menampilkan itu. Karena responnya penonton juga baik, banyak yang suka. Itu dulu diinisiasi oleh alumni, mas Tito sama mas Rudi, karena bosen main drama itu-itu aja, akhirnya main drama bisu ini,” ungkapnya.

Kedepan Dono berharap, “semoga makin banyak mahasiswa Untag yang minat melihat dunia seni, tertarik dengan dunia seni. Karena bagi kami, sangat senang dan m

 

www.untag-sby.ac.id 

 

Komentar